Mutu Pendidikan Diperbaiki, Ini Ragam Prestasi yang Diraih Kalteng

Kalteng

JAKARTA – Peningkatan mutu pendidikan menjadi salah satu fokus kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Sejumlah upaya perbaikan yang dilakukan Pemprov Kalteng membuahkan sederet prestasi di tingkat nasional.
Pemprov Kalteng di bawah kepemimpinan Gubernur Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Habib Ismail bin Yahya meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai aspek. Salah satunya melalui perbaikan nilai akreditasi sekolah. Pada periode 2016-2017, jumlah sekolah yang terakreditasi A dan B di Kalteng sebesar 48,18 persen. Berjalan 2 tahun, yakni pada 2018-2019, jumlahnya meningkat menjadi 76,57 persen.

Selain itu, untuk memperbaiki rasio tenaga pendidik dengan jumlah satuan pendidikan dan peserta didik, Sugianto menetapkan kebijakan untuk mengangkat 2.502 guru tidak tetap dan 1.185 pegawai tidak tetap untuk satuan Pendidikan SMA dan SMK yang tersebar di 13 kabupaten dan 1 kota di Kalimantan Tengah.

“Sesuai kewenangan yang diberikan, bahwa SMA/SMK dan SLB merupakan kewenangan provinsi, maka perlu harus dilakukan langkah strategis untuk pemenuhan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan agar rasio guru dengan satuan pendidikan yang ada serta jumlah peserta didik berimbang dan logis, agar tujuan penyelenggaraan pendidikan dapat tercapai dengan maksimal,” ungkap Sugianto dalam keterangan tertulis, Senin (11/10/2021).

Perbaikan kualitas pendidikan itu menuai hasil yang cukup baik. Sejumlah prestasi ditorehkan para civitas akademika serta penghargaan bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Sejumlah prestasi bidang pendidikan yang diperoleh Kalteng, antara lain penghargaan Anugerah Ki Hajar Kalteng, juara 3 tingkat nasional pencak silat tanding kelas C O2SN, juara nasional Simposium Kepala Sekolah, juara 2 O2SN SMA tingkat nasional, juara 3 melukis LKSN SLB tingkat nasional, juara 2 nasional Bulutangkis Putri O2SN, juara 2 Nasional Bricklaying LKS- SMK, juara 3 nasional Mapel Bahasa Indonesia OGN, serta Special Award kategori Life Science pada International Conference of Young Scientist di Jerman.

Prestasi lainnya, yakni juara 2 nasional Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI, juara 2 nasional Lomba Festival Kewirausahaan, pemenang I nasional guru SMP GUPRES an. Taufik Novantoro dari SMPN 1 Permata Kecubung, juara 3 nasional guru TK GUPRES TK. Kemala Bhayangkari 18 Sampit Kotawaringin Timur.

Prestasi lainnya, yakni raihan medali perunggu tingkat nasional cabang karate putri diraih Sella Noprianti, juara 2 nasional vokal solo putra dari SMA 1 Pangkalan Bun, juara 1 Gala Siswa Indonesia, juara 3 menjahit LKSN SLB tingkat nasional, juara 2 teknologi informasi LKSN SLB Tingkat Nasional, dan juara 1 bidang kesehatan PMKT CBSO.

Penghargaan internasional juga diraih para civitas akademika Kalteng, antara lain Gold Award pada World Invention Creativity Olympic di Seoul Korea Bajakah Tunggal The Cancer Medicine From Nature. Selanjutnya, medali perunggu pada event International Young Scientist Innovation Exhibits di Malaysia. Ada juga Gold Award pada World Invention Creativity Olympic di Seoul Korea diperoleh Maria Vaulina Agustin, Anjelita, Gracia Oktaviani Siswidodo dari SMAN 2 Palangka Raya.

Sugianto menyatakan pihaknya bakal terus meningkatkan mutu pendidikan bagi masyarakat Kalteng. Apalagi, Indonesia akan menyambut bonus demografi sehingga membutuhkan generasi yang unggul di berbagai lini kehidupan.

“Saat ini kita memasuki periode bonus demografi, dimana populasi umur muda mendominasi keseluruhan jumlah populasi, jika digabung populasi milenial dan generasi alfa jumlahnya mencapai 66 persen dari total populasi, untuk itu tidak ada alasan untuk tidak siap, sumber daya manusia yang tidak siap, akan tergerus dengan sendirinya,” ungkap Sugianto.

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *